Jangan salah sangka dulu sama judulnya, saya masih jadi seorang anak yang masih (Thank God) tidak menyentuh narkoba, rokok, club malam apalagi alkohol (kecuali alkohol buat bersihin luka). Duh, beruntunglah kalian yang memiliki "real" temen. Yang ga akan ngejatuhin bahkan buat kecewa sampe segitunya, haiish. Sepertinya dalam hal pertemanan, saya termasuk orang yang tidak beruntung. Dari ga bisa bedain mana yang real-fake, cuma manfaatin doang dll. Kisahnya ada 2 orang teman dengan kampretnya merusak kepercayaan, membuat trauma, bahkan sanggup ngebuat saya menjadi seorang "berbeda" dari saya sebelumnya. Kalo dulu saya menerapkan sistem "if you nice to me then i'll nice to you but if you dont, i'm still nice to you" sekarang prinsip itu udah ga bisa dipake lagi, prinsip itu buat saya diinjak-injak. Beberapa manusia diciptakan bisa melihat kebaikan orang, tapi dominannya manusia tidak diciptakan untuk itu. Persetan udah dengan "rela berkorban" buat teman. Prinsip saya yang baru "if you nice to me then i'll nice to you but if you dont, yeah.. I just dont care" Silahkan anda tidak baik dengan saya. Saya tidak peduli, yang penting saya tidak membalas anda.
nb: saya nulis dengan emosi menggebu-gebu.



0 komentar:
Posting Komentar