Minggu, 01 Juli 2012

Ketika Bali Tak Lagi Menjadi "Rumah"

"kapan ke Bali?" "kapan pulang?" "kamu gak pulang ke Bali?" Ini kalimat basa basi super basi yang selalu gue dengar kalo menjelang libur, nuansa libur ataupun kalo ada long weekend. You know? Saya muak dengan pertanyaan sejenis itu, apa perlu gue tulis dipunggung "GUE GAK PULANG KE BALI, PUAS LO SEMUA?!!" Simple sih alasan kenapa "hasrat" buat "pulang" sudah buyar entah kemana, Bali yang sekarang gak bisa menjadi "rumah" buat gue. Bukan karena orangtua yang memang gak tinggal di Bali, tapi karena merasa asing di Bali. Sebenarnya iri sama kalian mahasiswa rantuan dari Bali yang selalu bisa pulang ke "rumah" dengan rasa nyaman dan entah rasa apalagi yang kalian rasakan tetapi gue gak merasakan sama sekali. Pernah ke Bali bulan Mei kemarin dan benar apa yang gue duga, gue merasa asing, gak ada ruang gerak, bingung harus kemana dan harus menemui siapa. Padahal dari lahir sampe tamat SMA hidup di Bali, secara logika paling tidak pasti punya 10 teman tapi.. ya begini kadang perhitungan gak sejalan dengan kenyataan. Yak, di kota rantauan ini gue menemukan "rumah", bukan sekedar tempat singgah.. Di "rumah" ini gue bisa nangis, ketawa, bertingkah bodoh dan gak kenal bingung, intinya gue bisa "bebas". Ada seorang Bali yang pernah bilang "bagaimana kita bisa mengetahui seberapa kita mencintai Bali kalau kita tidak pernah jauh dari Bali?" dan itu terjawab sekarang.

0 komentar:

Posting Komentar

bukanpengendarabrutal.dwikamaswari. Diberdayakan oleh Blogger.
 

it's my long drive © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates